Itu Perjuangannya :)

Seringkali ketika kita melihat, mendengar atau menceritakan beban kehidupan orang lain, yang timbul adalah rasa simpati, dan kasihan

“si X, sambil mengurus anak pertamanya yang masih toddler, dalam kondisi sedang hamil, setiap hari harus menempuh jarak lebih dari 40 KM untuk menjalankan profesi mulianya sebagai dokter. Terlebih di rumah sakit tempatnya bekerja, ia ditempatkan di UGD dan tidak ada dokter pengganti. Perjalanan pulang pergi ditempuhnya dengan bis. Saat pulang seringkali bisnya sudah penuh dan terpaksa ia harus berdiri! Sudah lelah ditempat kerja, sedang hamil, di bis berdiri, di rumah masih ada balita yang menanti. Berat badannya sampai turun beberapa kilo”

“Ya Allah, kasihan bgt ya..” ujar si A
“Ih, pasti capek banget tuh” kata B

Tapi tiba2 saja ada tanggapan yang berbeda,

“ya.. itu perjuangannya :)”

Entah kenapa saya suka dengan komentar terakhir ini. Bukan bermaksud untuk tidak simpati atau merasa kasihan. Tapi lebih kepada menghargai apa yang dijalaninya sebagai perjuangan bukan hal yang patut dikasihani.

Merasa dikasihani lebih sering menimbulkan efek lemah. Tapi jika apa yang dilakukan dinilai sebagai sebuah perjuangan, akan menimbulkan efek semangat tersendiri. Karena setiap orang punya kisah perjuangannya masing-masing. Apa yang mungkin terlihat sangat melelahkan tapi bisa saja menyimpan berjuta kebaikan 🙂

Semangat, teruslah berjuang kawan ! 💙💚💪😊

image

Kisah kelahiran Areta (Bagian 1)

Memasuki bulan ke-9 yang juga bertepatan dengan bulan Ramadhan, ibu bidan memprediksikan Areta akan lahir sekitar awal syawal, bisa jadi saat lebaran.

Ohya, ada dua hal yang saangat ibu syukuri di kehamilan 9 bulan ini,

yang pertama, alhamdulillah areta bisa diajak kerjasama puasa bareng =D
Walaupun masih suka terasa mual2 saat perut kepenuhan karena sudah hamil besar saat sahur dan berbuka, juga saat kelaparan di siang hari.. Tapi alhamdulillah tidak sampai muntah2 berlebihan, ketuban ok, berat bayi ok..jadi ibu pun memutuskan untuk tidak mengambil rukhsoh.. Ini juga berkat bantuan nenek, yang menemani ibu selama satu bulan full di saat ramadhan tahun ini, jadi mas ahza ada teman main dan ibu ngga kehabisan tenaga untuk menemani mas ahza sendirian.. Nenek juga menemani sampai tidak jadi mudik tahun ini. Ya Allah , terimakasih nenek, semoga Allah membalas kebaikan nenek dengan beeerlipat-lipat ganda, Aamiin. Love you as always mom :’) :*

Hal kedua yang ibu syukuri adalah.. Posisi areta yang sudah berubah.. Tadinya posisi Areta di rahim ibu sempat oblig atau melintang saat memasuki usia 8 bulan.. Kata ibu bidan, penyebabnya karena areta tidak sebesar mas ahza, jadi masih leluasa bergerak-gerak..jarak kehamilan yang belum sampai 2 tahun juga menyebabkan otot2 rahim ibu masih belum sempurna menahan posisi areta yang tadinya kepala sudah di bawah..
Ibu bidan juga bilang, kalau sungsang kepala di atas masih bisa normal tapi kalau melintang mau ngga mau harus sesar. Tapi…yakin aja dulu sama kuasa Allah,ada juga kasus ibu2 yang udah dijadwalin sesar eh, alhamdulillah kepala muter menjelang persalinan, banyak berdo’a aja,, lanjut bu bidan memberi support dan sugesti positif.. Ibu pun banyaaak sekali berdo’a supaya areta bisa lahir normal..apalagi di bulan ramadhan dimana do’a2 sangat mustajab, dan pas lagi merasa dizhalim sama orang (hehe..daripada kesel atau ngedumel ya mendingan berdo’a :D).. Dan alhamdulillah memasuki bulan ke 9 posisi kepala Areta sudah kembali ke bawah, terimakasih ya nak atas kerjasamanya =D

Lanjut lagi ke kisah kelahiran Areta..

Setelah ditunggu2 takbir pun berkumandang, tanda bulan Ramadhan telah usai..eh, tapi kok belum ada tanda2 mau melahirkan ya? Flek ngga ada, kontraksi rutin pun belum, cuma kontraksi palsu yang hadir sesekali.. Tapi karena sudah masuk ‘bulannya’, lebaran tahun ini jadi ngga berani silaturahim jauh2, jaga2 kalau macet dan tiba2 mules di jalan .. Jadilah lebaran hari pertama itu kita berempat (ayah, ibu, ahza dan areta di dalam perut) berpetualang ke kebun binatang ragunan.. Hehe silaturahimnya kok malah sama monyet2? =D biarlah tahun ini sesikit beda. Ibu juga merasa ‘punya hutang’ pengen ngajak jalan2 mas ahza yang sedang antusias2nya melihat hewan2 sebelum lahiran. Ragunan di hari pertama lebaran cukup sepi, jalanan menuju ke sana juga lancar. Oya, tempat yang kita kunjungi adalah smutzer. Jadi deh ibu sekalian nostalgia masa2 kuliah. Pertama kali dulu saat masih jadi maba (mahasiswa baru) tahun 2008, ibu dan teman2 seangkatan ke smutzer ramai2 dan foto angkatan di sana 😀 Alhamdulillah 8 tahun kemudian ke sana lagi udah sama suami dan anak, apa? Apa? Udah 8 tahun ya ternyata :O Rasanya setiap pergi ke tempat2 yang pernah dikunjungi waktu masih lajang, terus ke tempat yang sama lagi bareng suami kayak gimanaaa gitu .. Bersyukur banget..terima kasih ya Allah untuk setiap momen yang Engkau berikan 🙂

Ups jadi kepanjangan cerita awalannya ya.. Kembali ke topik kali ini: Kisah kelahiran Areta

Nah, sepekan setelah idul Fitri, tepatnya tanggal 11 juli, ibu juga belum merasakan ada tanda2 mau melahirkan. Sebenarnya karena saat lahiran mas ahza, ibu diinduksi, jadi ngga terlalu kebayang lahiran normal itu kayak gimana prosesnya. Malam itu, jadwal ibu kontrol. Detak jantung bayi baik, posisi baik, pembukaan belum ada, mulut rahim masih tebal..
“Iya ibu, tinggal dutunggu aja ya, semuanya insya allah ok, tinggal nunggu mules. Kalau belum lahir juga pekan depan dateng lagi”

Pekan depannya tanggal 17 juli..
Belum mules juga :O
Ibu jadi ngga enak nih sama nenek yang udah ngga jadi mudik dan nungguin ibu lahiran. Kalau mudik mah nenek udah balik lagi ya padahal. Maaf ya nenek, semoga nanti bisa silaturahim mudik bareng ahza dan areta sebelum lebaran tahun depan, Aamiin.
Hari ini sama seperti pekan sebelumnya. Ibu kontrol lagi, alhamdulillah ada kemajuan, mulut rahim mulai tipis.. Tapi ternyata rektum ibu terlalu penuh, bisa menghalangi proses persalinan kata ibu bidan (hmm..Penyebabnya mungkin karena ibu suka nahan BAB saat lagi nemenin mas ahza main) Jadilah malam itu ibu di Kisma, semacam dikasih obat pencahar lewat anus, ngga sampai 5 menit langsung mules2 dan terkuraslah isi rektum, Alhamdulillah..

Tengah malamnya, tanggal 17 juli.. eh..ini kok kencengnya beda ya? Selain kenceng di semua bagian perut, kayak ada rasa nyeri haidnya juga.. Hilang muncul-hilang muncul

(To Be continued)

image

Selfie di tengah2 hutan Smutzer ragunan 😀

image

Mas ahza yang kecapean setelah muter2 Smutzer 😀

image

“Monyet” , “Atas” kata Ahza sambil serius nunjuk2 monyet di atas 😀

image

Masih serius ngamatin monyet dari kaca, salah kebahagiaan seorang ibu adalah melihat anaknya antusias melihat hal2 baru 😀

image

Yang sebentar lagi jadi kakak 😀 🙂

Linguistik Parenting: Bijak dalam Memilih Kata-Kata

Mungkin beberapa dari kita pernah mendengar konsep seperti ini:

“hindari berkata ‘jangan’ kepada anak-anak. Karena efek ‘jangan’ akan membuat anak-anak seperti terkurung, tidak bebas, bahkan menjadi cenderung penakut pada berbagai hal.
Kata ‘jangan’ juga terkesan tidak menghargai hak asasi anak yang menginginkan kebebasan dan membuat anak enggan untuk mencoba hal-hal baru.

Namun, ketika mengamati psikologis beberapa anak di sekolah. Ternyata anak-anak yang terlalu banyak di”iya”kan di rumahnya memiliki emosi yang lebih tinggi dari teman-temannya dan cenderung impulsif.

Jadi , bagaimana seharusnya?

Inilah penjelasan Al Qur’an:

“dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, “Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” [QS. Luqman: 13]

Dan simak yang ini juga

“Dan Ibrahim mewasiatkan (ucapan) itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” [QS Al-Baqarah: 132]

Sudah berhasil menyimak?

Apa yang ditunjukkan Allah melalui ayat-ayat tadi?

Di ayat tersebut terdapat kata “Jangan”, tapi tidak terkesan memerintah, otoriter, dan memenjarakan.Namun terasa halus, lembut, tapi juga tegas membatasi.

Jadi, Allah membolehkan kita menggunakan kata “jangan” itu sendiri.

Tapi dalam hal ini, Allah juga mencontohkan kita bagaimana bijak dalam memilih kata 🙂

Betapa Qur’an itu sungguh menakjubkan. semua petunjuk telah termaktub di sana.

Inspirasi Hari Ini: Fun at Home with Kids! :D

Berikut beberapa ide permainan untuk bayi n anak sesuai umur.. Silakan disimpan, semoga bermanfaat 🙂

Ide permainan utk bayi:
http://www.funathomewithkids.com/2013/09/the-ultimate-list-of-baby-play-ideas.html?m=1

Utk anak 1-2 tahun: http://www.learning4kids.net/category/1-2years/#

2-3 tahun: http://www.learning4kids.net/category/2-3years/

3-4 tahun: http://www.learning4kids.net/category/3-4years/

4-5 tahun: http://www.learning4kids.net/category/4-5years/

5 tahun ke atas: http://www.learning4kids.net/category/over-5-years/

Inspirasi Hari Ini: Membaca dan Menulis

Terinspirasi dari sebuah Broadcast di grup WhatsApp tentang kebiasaan pak Habibie. Terlepas dari benar atau tidaknya BC trsebut, ada ibroh yang bisa kita ambil. Pak habibie ternyata menginvestasikan waktunya 7,5 jam dalam sehari untuk Membaca dan Menulis ! Tidak heran terlahir manusia cerdas seperti beliau. Yuk, kita evaluasi lagi, dalam sehari berapa jam yang kita alokasikan untuk membaca dan menulis ? 🙂 kalau belum bisa sampai 7,5 jam minimaaal setengahnya. Kedepan, jadi berencana buat bikin tabel dalam sehari, waktu yang ada diinvestasikan untuk kegiatan apa saja. Supaya ngga termasuk ke dalam golongan orang2 yang lalai dan mudah menghambur2kan waktu. Bismillah.

*oya, ini lengkapnya broadcast tentang pak Habibie. Barakallah Pak, terimakasih inspirasinya !:D

✨RAHASIA KECERDASAN HABIBIE✨

Saya mungkin diantara yang selama ini tidak tahu, bahwa cara BJ Habibie menghabiskan waktunya adalah rahasia terbesar dari kecerdasan beliau yang luar biasa.

Habibie tidak hanya memiliki IQ sangat tinggi (200), melebihi IQ Albert Einstein (160). Beliau tidak sekedar pemikir (penemu “crack theory” pesawat terbang), tapi juga eksekutor yang membidani kelahiran sederet industri strategis Indonesia, seperti IPTN (DI), PAL, PINDAD, INTI, dan lainnya.

Bahkan kecerdasan beliau merambah kebijakan ekonomi. Dengan teori zig-zag, memperkuat Rupiah dari terpuruk hingga Rp17.000,-/USD menjadi menguat hingga Rp7000,-/USD. Hebatnya, terjadi ditengah badai krisis moneter 1998/1999, dalam waktu 1 tahun saja.

Karena waktu yang kita miliki sama banyaknya dengan beliau, 24 jam sehari, maka tentu rahasia waktu ini perlu kita kupas lebih dalam sebagai pencerahan.
Siapa sangka ternyata beginilah Habibie mengalokasikan waktunya (dan silahkan mempersiapkan diri mengikuti):

SHOLAT (2 jam)
YASIN dan TAHLIL (1,5 jam)
BERENANG dan MANDI (2 jam)
MAKAN (3 jam)
TERIMA TAMU (3 jam)
MEMBACA dan MENULIS (7,5 jam)
TIDUR (5 jam)

👼 SHOLAT
Selain memberikan ketenangan bathin, saat beliau sujud dan kepala di posisi terendah diantara seluruh anggota badan, dalam posisi memuji Yang Maha Tinggi, darah segar mengalir dari jantung dibantu efek grafitasi menyusuri pembuluh-pembuluh darah terhalus di otak di sekujur kepala beliau. Dalam kerendahan hati hamba yang ikhlas bersujud, Sang Maha Pencipta menyembunyikan satu rahasia untuk hambanya.

📖 YASIN dan TAHLIL
Selain memberikan kedekatan dalam penghambaan beliau kepada sang Maha Pencipta Otak beliau itu sendiri, aktivitas ini juga menjadi latihan memperkuat jaringan otak sekaligus berfungsi jadi obat anti pikun bagi beliau. Banyak sekali ide brilian beliau justru muncul di saat tengah khusuk dan tenang membaca Yasin dan Tahlil.

🏊 BERENANG dan MANDI
Disamping menyegarkan tubuh dan melancarkan sirkulasi darah, momen olahraga renang ini memperkuat stamina, endurance dan menghasilkan energi yang mengalir hebat untuk aktivitas beliau yang padat.

🍛 MAKAN
Menu sehat memastikan supply energy mencukupi kebutuhan beliau. Diikuti oleh ritual puasa senin-kamis, yang hampir tidak pernah absen, membantu beliau sehat hingga usia yang panjang.

🎎 TERIMA TAMU
Mengisi kebutuhan emosi dari hubungan antar manusia yang sehat, yang saling menyenangkan dan tentunya memberi inspirasi bagi sahabat-sahabat beliau.

📝 MEMBACA dan MENULIS
Kualitas sekaligus produktivitas beliau menggunakan 7,5 jam di waktu menulis dan membaca ini sangat tinggi. Sholat, yasinan, tahlilan yg dilakukan dengan ikhlas serta berenang telah memberikan beliau ketenangan jiwa dan kedalaman berpikir. Ini menjadi sumber ilham atas gagasan-gagasan beliau yang selalu brilian. Dengan 7.5 jam yang berisi pertimbangan yang bijaksana, pemikiran yang dalam, kejernihan hati, dan ilham serta inspirasi yang terus mengalir, bagaimana terobosan dan prestasi hebat tidak mampu beliau torehkan?

🕙 TIDUR
Tingginya amal dan aktivitas produktif serta damainya suasana kejiwaan beliau yang dicirikan oleh kuatnya spiritualitas menyebabkan tidur beliau yang hanya 5 jam berlangsung sangat nyenyak dan memberikan kesegaran untuk beraktifitas di keesokan harinya.

Maka, jika kita ingin memperbaiki diri, teladanilah figur yang masih hidup bersama kita saat ini. Teladan Habibie dalam mengelola waktunya setiap hari.
Manfaatnya, secara langsung tentu untuk diri kita dan keluarga.
Tapi imbasnya kepada kemaslahatan bangsa juga pada akhirnya 🙏

Indonesia tentu tengah menunggu lahirnya gelombang semangat Habibie-habibie baru.
Indonesia menunggu 😉

Perth, 2 Maret 2015
Prayudhi Azwar

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

💻 Layari selalu http://www.adhli.tumblr.com
📱 Follow on twitter @adhli_alkarni

#IndonesiaBekerja #CendekiaBerkarya #IAIC #IAICG

Inspirasi Hari Ini: Mengandung

“Kadang aku berpikir, jika sebuah pekerjaan itu berat untuk dilakukan, bisa jadi itu sebuah kebaikan, karena dalam setiap kebaikan pasti ada godaan setan agar kita berat melakukannya” ujar sang suami sambil masih asik dengan kodingan di layar laptopnya.

Ah, benar sekali !

dan entah kenapa tiba-tiba terbesit tentang sebuah proses yang kurang lebih menggambarkan bahwa kebaikan itu berat. Proses apakah itu? Ya, betul sekali: mengandung ! 🙂

Ketika seorang wanita sedang mengandung, ia membawa-bawa janin di dalam perutnya, yang semakin lama semakin berat. Namun, semakin beratnya sang janin justru menunjukkan sebuah kebaikan. bahwa janin itu sedang bertumbuh, yang awalnya hanya sebuah sel membentuk organ-organ yang sempurna.

Maka, ketika kita sedang berbuat sebuah kebaikan, dan semakin lama dijalani terasa semakin berat. Bergembiralah! karena bisa jadi kebaikan itu sedang bertumbuh !:)

Sebagai contoh,seorang mahasiswa yang sedang berbuat kebaikan dengan menuntut ilmu di kampus menambah kebaikannya dengan mengikuti kegiatan di luar jam kuliahnya untuk menambah kebermanfaatan , seorang ayah yang sepulang bekerja membantu istrinya mengerjakan pekerjaan rumah, seorang ibu yang mengasuh anak berjuang supaya tetap bisa menuntut ilmu, dan banyak contoh lain di sekitar kita yang bisa kita lihat tentang mereka yang terus menumbuhkan amal-amal kebaikan, terus menerus.

Bertambahnya beban di pundak, berkurangnya waktu untuk beristirahat, dan hal-hal lain yang membuat semakim lama semakin terasa ‘berat’ tidak lain adalah kabar gembira bahwa kebaikan itu sedang bertumbuh. Dan kebalikannya, ketika kita merasa hidup kita stagnan saja dengan hal-hal standar yang biasa kita lakukan, kita perlu memeriksa kembali, bagaimana kabar ‘janin kebaikan’ yang kita bawa? atau mungkin kita memerlukan nutrisi iman agar janin kebaikan itu bertumbuh.

Layaknya seorang wanita yang mengandung. Harus rajin memeriksanya secara rutin, maka kebaikan tidak hanya sekedar dilakukan namun juga perlu dipantau dan perlu ilmu. Dan, semakin besar kandungannya, tentunya kita harus semakin berhati-hati. Jangan sampai karena salah makan, sang janin yang sudah bertumbuh menjadi cacat, jangan sampai karena salah bergerak, air ketuban pecah dan membahayakan sang janin. Kebaikan pun perlu terus dijaga dari hal-hal yang meracuni, dan membahayakan.

Hingga di akhirat kelak, kita bisa berjumpa dengan kebaikan yang kita lahirkan. Sebagaimana seorang ibu yang baru saja melahirkan anaknya, seluruh rasa sakit selama mengandung, rasa mual, berat, susah melakukan ini-itu hingga sakitnya melahirkan hilang seketika menatap sang buah hati.

Semoga Allah selalu membimbing kita semua dalam menjaga dan menumbuhkan janin2 kebaikan ! 🙂